BRMP Bali Laksanakan Monitoring Perbenihan Perkebunan di Kabupaten Buleleng
Buleleng, 11 Juni 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melaksanakan kegiatan monitoring perbenihan perkebunan di Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kualitas, ketersediaan, serta kesiapan benih perkebunan yang akan disalurkan kepada petani guna mendukung pengembangan sektor perkebunan di Bali.
Monitoring dilaksanakan di lokasi pembibitan milik CV. Kartika Asta Awan Sentana yang berada di Desa Sinabun dan Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Kegiatan tersebut melibatkan tim dari BRMP Bali bersama Koordinator Penyuluh Kecamatan Sawan dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wilayah Binaan Desa Sudaji.
Adapun komoditas yang dimonitor meliputi Kopi Gayo, Kopi Kopyol, Kelapa Genjah Merah, Kelapa Genjah Kuning, serta Kakao klon MCC 02, Sulawesi 1, dan Sulawesi 2. Benih-benih tersebut diproduksi di wilayah Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana untuk memenuhi kebutuhan pengembangan perkebunan di berbagai daerah di Bali.
Wilayah penyebaran benih kopi mencakup Kabupaten Buleleng, Bangli, dan Badung. Sementara itu, benih Kelapa Genjah Merah dan Kelapa Genjah Kuning akan disalurkan ke wilayah Buleleng dan Jembrana, sedangkan benih kakao direncanakan untuk memenuhi kebutuhan petani di Buleleng, Jembrana, dan Tabanan.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa kondisi perbenihan secara umum berada dalam keadaan baik dengan pertumbuhan bibit yang seragam dan sehat. Khusus untuk benih kelapa genjah, saat ini sedang dipersiapkan untuk pengajuan sertifikasi benih siap salur yang ditargetkan pada pertengahan Juli 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, penyaluran benih kepada petani diperkirakan akan berlangsung pada periode Juli hingga November 2026. Dengan tersedianya benih unggul yang berkualitas dan bersertifikat, diharapkan produktivitas serta daya saing komoditas perkebunan Bali dapat terus meningkat.
Melalui kegiatan monitoring ini, BRMP Bali menegaskan komitmennya dalam memastikan mutu benih yang diproduksi oleh penangkar serta mendukung penyediaan benih unggul bagi petani. Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan sektor perkebunan yang berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Provinsi Bali.