BRMP Bali Hadiri Gerakan Tanam Padi Inpari 32 HDB di Klungkung
Klungkung, 8 Juni 2026 — Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali menghadiri kegiatan Gerakan Tanam (Gertam) Padi Varietas Inpari 32 HDB pada Dem Area Pertanian Ramah Lingkungan seluas 5 hektare di Subak Pegatepan, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung sebagai salah satu langkah strategis dalam mendukung percepatan capaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi sekaligus meningkatkan produksi pangan daerah secara berkelanjutan.
Kegiatan gerakan tanam tersebut dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Kepala BRMP Bali yang diwakili Ketua Tim Kerja BRMP Bali, Koordinator Wilayah BPP Kecamatan Klungkung, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Klungkung beserta petugas POPT Kecamatan Klungkung, Babinsa Desa Gelgel dan Desa Jumpai, Kelian Subak, serta para petani penggarap di wilayah Subak Pegatepan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pengembangan budidaya padi yang lebih produktif, efisien, dan ramah lingkungan. Dem Area Pertanian Ramah Lingkungan yang dikembangkan seluas 5 hektare tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi petani dalam menerapkan berbagai teknologi budidaya padi modern guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Dalam pelaksanaannya, dem area menerapkan tiga perlakuan sistem tanam yang berbeda sebagai bahan pembelajaran dan perbandingan bagi petani. Perlakuan pertama menggunakan sistem tanam pindah (tapin) dengan metode yang biasa diterapkan petani setempat. Perlakuan kedua menggunakan sistem tanam Jajar Legowo 2:1 dengan bantuan alat caplak untuk memperoleh pengaturan populasi tanaman yang lebih optimal. Sementara itu, perlakuan ketiga menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) rice transplanter yang mampu meningkatkan efisiensi tenaga kerja, mempercepat proses tanam, serta menghasilkan keseragaman jarak tanam yang lebih baik.
Gerakan tanam padi ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus memastikan percepatan musim tanam guna menjaga stabilitas produksi pangan, khususnya komoditas padi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan indeks pertanaman dan percepatan realisasi target Luas Tambah Tanam (LTT).
Kehadiran BRMP Bali dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap percepatan adopsi inovasi teknologi pertanian modern dan ramah lingkungan di tingkat petani. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petugas teknis, dan petani, diharapkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan dapat diterapkan secara lebih luas untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor pertanian.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus didorong dan dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, modern, berdaya saing, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Sudarmini & Tim LTT Klungkung