BRMP Bali Gelar Rapat Koordinasi Percepatan Target Luas Tambah Tanam Padi Reguler di Kab. Badung
Badung, 8 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali menggelar Rapat Koordinasi Strategi Percepatan Target Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Reguler di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi capaian target LTT padi, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta menyusun strategi percepatan peningkatan luas tanam untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Rapat dihadiri oleh Kepala BRMP Bali, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, para koordinator penyuluh, penyuluh pertanian, serta perwakilan petani dari seluruh Kabupaten Badung.
Dalam paparannya, Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., menyampaikan bahwa Kabupaten Badung memiliki luas baku sawah mencapai 8.301 hektar dengan target Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2026 sebesar 16.821,04 hektar. Hingga akhir Juni 2026, realisasi LTT baru mencapai 6.598,70 hektar.
Menurutnya, realisasi target mengalami penurunan pada periode Maret hingga Juni 2026 sehingga diperlukan langkah-langkah strategis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, khususnya penyuluh pertanian dan petani, untuk mempercepat pencapaian target pada semester berikutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, A.A. Ngurah Raka Sukadana, S.P., M.Si., menjelaskan sejumlah kendala yang memengaruhi pencapaian target LTT di Kabupaten Badung. Kendala tersebut meliputi alih fungsi lahan seluas 294,79 hektare, perbaikan saluran irigasi yang berdampak pada lahan sawah seluas 586 hektare, alih komoditas sekitar 10 hektare, serta kelangkaan tenaga kerja yang menyebabkan mundurnya jadwal tanam.
Pada kesempatan yang sama, BRMP Bali juga menyosialisasikan Program PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System) yang dipaparkan oleh I Nyoman Adijaya. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi melalui penerapan teknologi dan modernisasi pertanian.
Melalui hasil diskusi, seluruh peserta menyepakati penerapan PM-AAS di Kabupaten Badung pada lahan seluas 150 hektare, yang tersebar di Kecamatan Petang seluas 15 hektare, Kecamatan Abiansemal 50 hektare, Kecamatan Mengwi 75 hektare, dan Kecamatan Kuta Utara 10 hektare.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur pertanian, BRMP Bali juga menyampaikan perkembangan pengajuan bantuan pemerintah melalui aplikasi e-Bamper. Materi tersebut disampaikan oleh Penyuluh BRMP Bali, Agung Prijanto, yang menjelaskan alur pengajuan, persyaratan administrasi, serta progres usulan bantuan guna mempercepat penyaluran dukungan bagi petani.
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani sehingga target Luas Tambah Tanam padi di Kabupaten Badung tahun 2026 dapat tercapai secara optimal serta mampu mendukung peningkatan produksi padi dan ketahanan pangan di Provinsi Bali.
Tim LTT Kabupaten Badung