BRMP Bali Gandeng Pupuk Indonesia Sukseskan Program PM-AAS
Denpasar, 22 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali menerima kunjungan Manajer Penjualan PT Pupuk Indonesia Wilayah Bali beserta tim dalam rangka koordinasi penyediaan pupuk bersubsidi untuk mendukung pelaksanaan Program Pertanian Modern – Advance Agriculture System (PM-AAS) di Provinsi Bali.
Kepala BRMP Bali, Dr. drh I Made Rai Yasa, M.P., menyampaikan arahan Menteri Pertanian terkait percepatan implementasi Program PM-AAS seluas 1 juta hektare secara nasional. Untuk Provinsi Bali, pada tahun 2026 ditetapkan target pengembangan PM-AAS seluas 15.976 hektare. "Menteri Pertanian menargetkan terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Orientasi pembangunan pertanian ke depan adalah melalui intensifikasi pertanian, bukan ekstensifikasi," ujar Rai Yasa.
Rai Yasa menjelaskan, pencapaian target tersebut dilakukan melalui peningkatan produktivitas padi dari rata-rata 5 ton menjadi 10 ton per hektare, serta peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 1,5 menjadi 2. Dalam paparannya, Kepala BRMP Bali menjelaskan bahwa keberhasilan penerapan PM-AAS memerlukan dukungan sarana produksi yang lengkap, meliputi benih unggul, pupuk, kapur dolomit, pembenah tanah, pestisida, serta silika dengan dosis yang lebih tinggi dibandingkan budidaya padi konvensional.
Untuk itu, BRMP Bali mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari PT. Pupuk Indonesia, terutama dalam mendukung kegiatan demonstrasi plot (demplot) PM-AAS yang saat ini terus dikembangkan oleh para penyuluh pertanian di setiap kabupaten/kota di Bali. "Saat ini kami bersama penyuluh terus menyosialisasikan Program PM-AAS kepada petani. Salah satu strategi percepatan adopsi teknologi adalah melalui pembangunan demplot di setiap kabupaten/kota. Kami berharap PT Pupuk Indonesia dapat mendukung penyediaan pupuk, khususnya pupuk organik, pada demplot-demplot tersebut," ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Taufik Muhlisin, Manajer Penjualan PT. Pupuk Indonesia Wilayah Bali, menyatakan pihaknya menyambut baik peluang kerja sama tersebut. "Kami siap mendukung demplot PM-AAS dan akan segera menyampaikan usulan ini kepada pimpinan di pusat. Dukungan yang dapat kami berikan adalah demplot seluas 0,5 hektar per titik, dengan maksimal dua titik pada setiap kabupaten," jelas Taufik.
Terkait kesiapan penyediaan pupuk bagi Program PM-AAS seluas 15.976 hektare di Bali, Taufik juga meminta pembaruan data mengenai luas lahan, daftar Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah diusulkan, serta jadwal tanam setiap bulan. "Informasi tersebut sangat penting bagi kami sebagai dasar dalam memetakan kebutuhan dan memastikan ketersediaan pupuk tepat waktu untuk mendukung pelaksanaan Program PM-AAS di Bali," pungkasnya.