BRMP Bali dan Penyuluh Klungkung Perkuat Sinergi Kawal Program Strategis Kementan
Klungkung, 14 September 2026 — Dalam rangka memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Klungkung BRMP Bali bersama Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Klungkung menghadiri Rapat Koordinasi di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Klungkung.
Rapat dihadiri pula perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Bidang Penyuluhan/BPSDM Kabupaten Klungkung, Kelsi Penyuluh Provinsi Bali, Katimker Penyuluh Kabupaten Klungkung, Koordinator penyuluh, serta penyuluh pertanian se-Kabupaten Klungkung.
Rapat dipimpin Ketua Tim Kerja (Katimker) Pengelolaan Administrasi Penyuluhan dan Kinerja Penyuluhan Kabupaten Klungkung, Desak Diah Wijayanti. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan sinkronisasi antara penyuluh, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat untuk memastikan program strategis Kementan berjalan efektif. “Koordinasi ini menjadi ruang bersama untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi perkembangan program, mengidentifikasi kendala di lapangan, dan menyusun langkah tindak lanjut,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Agung Prijanto selaku Katimker Pendampingan Program Wilayah I BRMP Bali memaparkan perkembangan usulan Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) Kabupaten Klungkung Tahun 2026. Program strategis Kementan yang ada di Kabupaten Klungkung Tahun 2026 meliputi, benih padi, kawasan cabai 5 hektar, PPHT kedelai, pembangunan jaringan irigasi serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Rapat juga membahas penyesuaian terhadap perubahan regulasi pengelolaan Bantuan Pemerintah lingkup Kementerian Pertanian. Para penyuluh diingatkan untuk memastikan data CPCL selalu diperbarui dan diverifikasi. Setiap usulan harus melalui tahapan identifikasi, verifikasi, validasi, penetapan, penyaluran, serta pemantauan dan evaluasi sesuai ketentuan.
Penanggung Jawab LTT Kabupaten Klungkung, Ida Ayu Putu Parwati, juga menyampaikan bahwa capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Klungkung bila disandingkan dengan luas tanam tahun sebelumnya pada bulan yang sama masih ada selisih. Ia mendorong para penyuluh untuk mengidentifikasi secara langsung berbagai faktor yang menyebabkan capaian di lapangan belum sesuai dengan target. Kendala yang ditemukan perlu ditindaklanjuti dengan solusi yang konkret dan terukur.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan/BPSDM Kabupaten Klungkung, Tri Agastia, menyampaikan evaluasi kinerja penyuluhan pertanian dan hasil pemeriksaan BPKP Tahun 2026. Ia menekankan perlunya peningkatan kompetensi penyuluh, pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta dukungan sarana dan prasarana pertanian.
Tri Agastia juga menyoroti pentingnya pemutakhiran dan sinkronisasi data penyuluhan, khususnya dengan Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar dalam perencanaan, pengusulan bantuan, pembinaan kelompok tani, dan evaluasi program.
Arahan terkait evaluasi pembangunan pertanian dan penerapan teknologi PM-AAS di Bali disampaikan oleh Kelsi Provinsi Bali, I Ketut Arya Adnyana. Ia menekankan pentingnya peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan optimalisasi lahan, mengingat keterbatasan lahan pertanian di Bali.Melalui penerapan teknologi pertanian modern dan program PM-AAS, peningkatan produksi diarahkan pada optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas per satuan luas. Upaya tersebut perlu didukung koordinasi yang kuat, perencanaan berbasis data, serta penguatan peran penyuluh.