BRMP Bali dan BWS Bali Penida Tanggap Kekeringan, Selamatkan Tanaman Padi di Jembrana
Jembrana, 27 Agustus 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida bergerak cepat mengidentifikasi sekaligus melakukan upaya penyelamatan tanaman padi yang terdampak kekeringan di Kabupaten Jembrana.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Agustus 2026, ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam merespons kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah persawahan di Jembrana. Kekeringan menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman, produktivitas padi, serta capaian Luas Tambah Tanam (LTT).
Dari BRMP Bali, kegiatan dikoordinasikan oleh I Nengah Mardika, S.P., M.P., selaku Penanggung Jawab LTT Kabupaten Jembrana. Sementara dari BWS Bali Penida hadir Kepala Seksi Pemeliharaan bersama tim teknis yang turun langsung melakukan identifikasi kondisi di lapangan.
Hasil peninjauan menunjukkan adanya lahan persawahan terdampak kekeringan di tiga kecamatan, yaitu Mendoyo, Negara, dan Melaya.
Tim gabungan melakukan pemetaan kondisi lapangan untuk mengetahui sebaran dan tingkat dampak kekeringan terhadap tanaman padi. Identifikasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang cepat dan tepat sasaran.
Kolaborasi BRMP Bali dan BWS Bali Penida memiliki peran yang saling melengkapi. BRMP Bali berfokus pada aspek teknis pertanian dan pengawalan capaian tanam, sedangkan BWS Bali Penida mendukung dari sisi pengelolaan sumber daya air dan infrastruktur irigasi.
Sebagai langkah tanggap darurat, tim melakukan optimalisasi sumur bor yang tersedia di wilayah terdampak. Selain itu, BWS Bali Penida mengerahkan mobil tangki air untuk membantu menyuplai air ke lahan sawah yang mengalami kekurangan pasokan.
Upaya tersebut diharapkan mampu mempertahankan kondisi tanaman padi hingga memperoleh pasokan air yang memadai, sehingga risiko kerusakan tanaman dan gagal panen dapat ditekan.
Langkah penyelamatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi padi dan mendukung pencapaian target LTT di Kabupaten Jembrana.
Kegiatan identifikasi dan penyelamatan tanaman padi ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi dampak perubahan kondisi iklim, khususnya kekeringan.
BRMP Bali bersama BWS Bali Penida berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan produksi pertanian. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi langkah penanganan saat terjadi kekeringan, tetapi juga bagian dari strategi mitigasi dan pengelolaan risiko kekeringan di wilayah pertanian Bali.
Dengan dukungan pengelolaan sumber daya air yang lebih baik serta penerapan teknologi dan modernisasi pertanian, keberlangsungan produksi padi dan ketahanan pangan daerah diharapkan dapat terus terjaga.