BRMP Bali Dampingi Penanaman Demplot PM-AAS Varietas Inpago 12 Agritan di Buleleng
Buleleng, 13 Agustus 2026 – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali menghadiri kegiatan penanaman padi pada demplot lanjutan Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Subak Temukus, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Demplot tersebut menggunakan varietas padi Inpago 12 Agritan pada lahan seluas 0,25 hektar milik Bapak I Ketut Jaya Santika.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam penerapan dan pengenalan teknologi PM-AAS kepada petani, sekaligus menguji kesesuaian varietas Inpago 12 Agritan untuk dibudidayakan pada kondisi lahan yang memperoleh dukungan irigasi perpompaan (Irpom).
Penanaman demplot dihadiri perwakilan BRMP Bali, Katimker Penyuluh Kabupaten Buleleng, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wilbin Desa Temukus, PPL Kecamatan Banjar, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Petugas Data, Kelian Subak, serta para petani.
Penyuluh BRMP Bali sekaligus Penanggung Jawab LTT Kabupaten Buleleng, Putu Sugiarta, S.P., M.Agb., menjelaskan bahwa demplot tersebut bertujuan memperkenalkan varietas unggul baru (VUB) Inpago 12 Agritan kepada petani sebagai salah satu alternatif varietas yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan dukungan pemerintah berupa irigasi perpompaan. “Demplot ini untuk memperkenalkan VUB Inpago 12 Agritan yang dapat ditanam untuk memanfaatkan bantuan pemerintah berupa irigasi perpompaan, sehingga diharapkan diperoleh varietas yang efisien dalam penggunaan air dan cocok dibudidayakan pada musim kemarau,” ujar Putu Sugiarta.
Penerapan demplot PM-AAS di Subak Temukus diharapkan tidak hanya menjadi lokasi pengujian dan pembelajaran, tetapi juga dapat memberikan contoh nyata kepada petani mengenai penerapan teknologi pertanian modern yang adaptif terhadap kondisi ketersediaan air.
Melalui kegiatan tersebut, BRMP Bali terus mendorong penerapan inovasi dan teknologi pertanian di tingkat petani, termasuk pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi agroekosistem serta dukungan infrastruktur irigasi. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi budidaya, produktivitas, dan keberlanjutan usaha tani padi di Kabupaten Buleleng.
(Sugiarta)