BRMP Bali Dampingi Pemeriksaan Lapangan Fase Jelang Panen Benih Padi Cakrabuana Agritan di Tabanan
Tabanan, 22 Juni 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali mendampingi Petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT) dari UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (BPSBTPHBUN) Provinsi Bali dalam kegiatan pemeriksaan lapangan tahap III atau fase jelang panen benih padi varietas Cakrabuana Agritan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Tempek Uma Desa, Subak Timpag, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keseragaman tanaman, kondisi bulir, tingkat serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), serta kondisi umum areal pertanaman sebagai bagian dari proses sertifikasi benih.
Pemeriksaan lapangan melibatkan berbagai unsur teknis, antara lain petugas PBT BPSBTPHBUN Provinsi Bali, tim BRMP Bali, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kerambitan, serta petani pelaksana produksi benih padi varietas Cakrabuana Agritan.
Penanggung Jawab Kegiatan Produksi Benih Padi Spesifik Lokasi BRMP Bali, I Wayan Sunanjaya, S.P., menjelaskan bahwa pada tahap pemeriksaan fase jelang panen dilakukan pengamatan terhadap berbagai aspek penting yang menentukan mutu benih. “Pada tahap ini dilakukan pengamatan terhadap keseragaman pertumbuhan tanaman, kondisi malai, warna dan bentuk daun bendera serta bulir, tingkat serangan organisme pengganggu tumbuhan, keberadaan varietas lain, hingga kondisi umum areal pertanaman. Selain itu, dilakukan pula rouging terhadap tanaman yang menunjukkan karakter berbeda dari varietas Cakrabuana Agritan,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Pemeriksa PBT UPTD BPSBTPHBUN Provinsi Bali, I Gusti Agung Indra Mertawan, S.P., menyampaikan bahwa pertumbuhan tanaman padi varietas Cakrabuana Agritan di lokasi pemeriksaan menunjukkan kondisi yang baik dan relatif seragam.
Menurutnya, petani pelaksana telah melaksanakan pemeliharaan tanaman sesuai dengan anjuran teknis budidaya dan prosedur produksi benih padi. Selain melakukan pemeriksaan terhadap pertanaman, tim juga mengevaluasi kesiapan sarana pascapanen, seperti peralatan prosesing, lantai jemur, dan gudang penyimpanan benih.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa peralatan prosesing, lantai jemur, dan gudang penyimpanan secara umum telah memenuhi persyaratan. Namun demikian, kebersihan seluruh fasilitas tersebut perlu terus dijaga dan dikontrol secara berkala untuk menjamin mutu benih yang dihasilkan,” jelasnya.
Pendampingan yang dilakukan oleh PBT BPSBTPHBUN Provinsi Bali bersama BRMP Bali diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi benih padi spesifik lokasi di Kabupaten Tabanan. Kegiatan pemeriksaan fase jelang panen ini menjadi tahapan penting dalam proses sertifikasi benih untuk menjamin mutu genetik, mutu fisik, dan mutu fisiologis benih yang akan diedarkan kepada petani.
Melalui sinergi antara petani, penyuluh, dan instansi teknis terkait, produksi benih padi varietas Cakrabuana Agritan diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas padi serta memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Bali.
(Dwj)