BRMP Bali Dampingi Mahasiswa Magang Belajar Ternak Ayam Buras di Bangli
Bangli, 11 Juni 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali terus berupaya meningkatkan kualitas layanan magang bagi mahasiswa melalui pembelajaran langsung di lapangan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan memfasilitasi mahasiswa magang dari Fakultas Peternakan Universitas Udayana untuk mengikuti kegiatan praktik peternakan ayam buras di Kelompok Ternak Sato Nadi, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan praktis mahasiswa di bidang peternakan, khususnya budidaya ayam buras. Melalui kegiatan magang lapangan, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman nyata mengenai pengelolaan usaha peternakan yang selama ini dipelajari secara teoritis di bangku perkuliahan.
Perwakilan BRMP Bali, drh. I Nyoman Sugama, yang hadir mendampingi mahasiswa dalam kegiatan tersebut menyampaikan permohonan kepada Ketua Kelompok Ternak Sato Nadi agar berkenan menerima dan membimbing mahasiswa selama pelaksanaan magang. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari layanan magang BRMP Bali yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif bagi mahasiswa.
Ketua Kelompok Ternak Sato Nadi, I Nengah Konci, menyambut baik kehadiran mahasiswa magang dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kelompoknya sebagai lokasi pembelajaran lapangan. "Kami mengucapkan terima kasih karena telah dipercaya sebagai tempat magang bagi mahasiswa. Kami siap membimbing dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa agar memperoleh pengetahuan praktis yang bermanfaat dalam bidang peternakan," ujarnya.
Lebih lanjut, Konci menjelaskan bahwa saat ini sumber informasi mengenai teknologi peternakan sangat mudah diperoleh, baik melalui buku, media sosial, maupun platform digital seperti YouTube. Namun demikian, penerapan dan keberhasilan suatu teknologi tetap perlu dibuktikan secara langsung di lapangan.
Menurutnya, kegiatan magang merupakan metode pembelajaran yang efektif karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas peternakan. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami kondisi nyata yang dihadapi peternak sekaligus mengasah keterampilan teknis yang diperlukan di dunia kerja.
Pada kesempatan yang sama, mahasiswa juga memperoleh tambahan wawasan dan motivasi dari I Wayan Nyarka, tokoh petani asal Desa Pengotan sekaligus anggota KTNA Kabupaten Bangli yang saat itu berkunjung ke Kelompok Ternak Sato Nadi.
Dalam arahannya, Nyarka menekankan pentingnya kesungguhan dan kedisiplinan selama mengikuti program magang. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa harus aktif terlibat dalam setiap kegiatan dan tidak hanya menjadi pengamat.
"Mahasiswa yang magang di petani atau peternak harus bersungguh-sungguh dalam belajar, siap bekerja, dan tidak takut kotor. Magang bukan hanya untuk melihat apa yang dilakukan peternak, tetapi juga untuk ikut terlibat dan merasakan langsung pekerjaan di lapangan. Dengan cara itulah pengalaman dan keterampilan dapat diperoleh secara maksimal," tegasnya.
Melalui kegiatan magang ini, BRMP Bali berharap mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi teknis dan pemahaman praktis di bidang peternakan ayam buras. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan pelaku usaha peternakan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia pertanian yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan sektor peternakan di masa depan.
(Sugama)