BRMP Bali Bekali Petani Denpasar Budidaya Bawang Putih via Virtual
Denpasar, 15 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Bawang Putih secara virtual melalui Zoom dari Ruang AOR Kantor BRMP Bali, Denpasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari fasilitasi dan pendampingan program pembangunan pertanian guna meningkatkan keberhasilan pengembangan bawang putih di Kota Denpasar.
Bimtek diikuti oleh Tim Luas Tambah Tanam (LTT) Kota Denpasar, Katimker Kota Denpasar, Koordinator BPP Denpasar Selatan, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta pekaseh dan anggota paguyuban petani Denpasar Selatan. BRMP Bali juga mengundang Narasumber dari BRMP Tanaman Sayuran yang hadir secara virtual untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait pengembangan bawang putih.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Tanaman Sayuran menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa pengembangan bawang putih pernah dilakukan di Bali pada tahun 2021, tepatnya di wilayah Baturiti–Penebel, Kabupaten Tabanan, melalui budidaya varietas Kesuna Kayu.
Moderator kegiatan menjelaskan bahwa benih bawang putih varietas Lumbu Putih telah diterima BRMP Bali dan disalurkan kepada petani pelaksana. Rencananya, pengembangan bawang putih akan dilaksanakan di Subak Sidakarya, Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan.
Materi utama disampaikan oleh Agnofi Merdeka Efendi, S.P., yang memaparkan teknologi budidaya bawang putih dengan pendekatan Proliga. Materi meliputi pengolahan lahan, pengapuran, pemberian pupuk dasar, pemasangan mulsa, pembuatan lubang tanam, persiapan benih, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), pemupukan susulan, panen, hingga penanganan pascapanen.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai varietas bawang putih yang dikembangkan di Indonesia, seperti Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, Lumbu Putih, Tawangmangu Baru, Sangga Sembalun, Kesuna Kayu, hingga varietas introduksi seperti Great Black Leaf (GBL), Taheiya, Heema, dan India.
Pada sesi diskusi, peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari teknik pengolahan lahan, penggunaan dolomit dan pupuk dasar, perlakuan terhadap benih, hingga waktu tanam yang tepat.
Narasumber menjelaskan bahwa dolomit sebaiknya diberikan lebih dahulu sebelum pupuk dasar agar tidak mengurangi efektivitas pemupukan. Benih bawang putih juga tidak dianjurkan dipotong maupun dikupas karena dapat meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit.
Menanggapi pertanyaan mengenai waktu tanam, narasumber menjelaskan bahwa bawang putih paling baik ditanam pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau, sekitar akhir April hingga awal Mei. Pada fase awal pertumbuhan tanaman membutuhkan ketersediaan air yang cukup, sedangkan menjelang panen kondisi lahan sebaiknya lebih kering agar kualitas umbi tetap terjaga.
Peserta juga memperoleh pendampingan teknis terkait penyimpanan benih, sortasi benih sehat, pemupukan yang tepat, hingga pengendalian hama dan penyakit. BRMP Tanaman Sayuran menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan kepada petani, termasuk melalui bimbingan teknis lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.
Melalui kegiatan ini diharapkan petani semakin memahami teknik budidaya bawang putih yang baik sehingga pengembangan komoditas bawang putih di Provinsi Bali, khususnya di Kota Denpasar, dapat berjalan optimal dan menghasilkan produksi yang berkualitas.