BRMP Bali Audiensi dengan Bupati Badung, Pemkab Siap Danai Program PM-AAS Melalui APBD
Badung, 1 Agustus 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam percepatan penerapan Pertanian Modern–Advance Agriculture System (PM-AAS). Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi Kepala BRMP Bali dengan Bupati Badung yang membahas dukungan terhadap pelaksanaan Program PM-AAS di Kabupaten Badung.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung beserta jajaran, Ketua Majelis Madya Subak Kabupaten Badung, perwakilan pekaseh subak, Perumda, serta Katimker dan Penyuluh Kabupaten Badung.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., memaparkan bahwa Program PM-AAS merupakan program strategis Kementerian Pertanian yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas padi secara signifikan, dari rata-rata sekitar 5 ton menjadi hingga 10 ton gabah kering panen per hektare melalui penerapan paket teknologi budidaya modern. "Mengingat kondisi lahan pertanian kita semakin berkurang akibat alih fungsi lahan, maka satu-satunya jalan untuk meningkatkan produksi adalah melalui intensifikasi. Program PM-AAS menjadi solusi yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut. Pada tahun 2026, Kementerian Pertanian menargetkan Bali menerapkan PM-AAS seluas 15.976 hektare. Untuk itu, kami bersama Dinas Pertanian dan para penyuluh memohon dukungan Pemerintah Kabupaten Badung agar program ini dapat berjalan dengan baik," ujar Kepala BRMP Bali.
Menanggapi hal tersebut Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, S.H., memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PM-AAS di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program strategis pemerintah pusat. "Kami siap mendukung program pemerintah pusat. Ini merupakan program yang sangat baik untuk meningkatkan produktivitas pangan. Tahun ini Pemerintah Kabupaten Badung akan menyiapkan anggaran dari APBD untuk mendukung pelaksanaan Program PM-AAS," tegas Bupati Badung.
Sebagai langkah awal, Bupati Badung juga meminta para pekaseh subak untuk melakukan kunjungan ke demplot PM-AAS di Kabupaten Jembrana guna melihat secara langsung hasil penerapan teknologi tersebut. "Apabila setelah mengunjungi demplot di Jembrana penerapan PM-AAS dinilai baik dan sesuai diterapkan di Badung, saya harapkan program ini segera digerakkan. Saya sendiri akan hadir pada pelaksanaan gerakan tanamnya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, S.P., M.Si. menyampaikan seluas 1.800 hektar lahan sawah di Kabupaten Badung siap menerapkan Program PM-AAS di tahun 2026. Menurutnya, penerapan sistem PM-AAS ini memerlukan dukungan tambahan benih dan pupuk dibandingkan pola tanam yang biasa dilakukan petani, sehingga diperlukan dukungan pendanaan dari APBD. "Dengan adanya peningkatan kebutuhan benih dan pupuk pada sistem PM-AAS, Pemerintah Kabupaten Badung perlu menyiapkan dukungan anggaran bagi petani. Dukungan tersebut diharapkan mampu memastikan penerapannya berjalan sesuai petunjuk teknis dan hasil yang dicapai dapat optimal," jelasnya.
Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara BRMP Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, penyuluh pertanian, dan kelembagaan subak dalam mempercepat implementasi PM-AAS. Dukungan APBD Kabupaten Badung diharapkan menjadi pengungkit keberhasilan penerapan pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas, menjaga keberlanjutan sektor pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di Bali.