BBRMP Bali Siap Dukung Program Strategis Kementan di Rakor Penyuluh Bangli
Bangli, 28 Agustus 2026 — Upaya mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan penyuluh pertanian. Di Kabupaten Bangli, salah satu fokus utama yang terus didorong adalah peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi melalui penguatan koordinasi, pendampingan, serta penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian, sejumlah program strategis terus didorong, antara lain percepatan swasembada pangan, peningkatan produksi komoditas strategis, Optimalisasi Lahan (Oplah), Cetak Sawah Rakyat (CSR), modernisasi pertanian, penguatan Brigade Pangan, hilirisasi pertanian, serta Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Keberhasilan berbagai program tersebut sangat ditentukan oleh efektivitas koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaannya hingga ke tingkat lapangan. Dalam konteks tersebut, penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan pertanian. Selain menyampaikan kebijakan dan program pemerintah kepada petani, penyuluh juga berperan dalam melakukan pendampingan, fasilitasi, monitoring, dan evaluasi guna memastikan program berjalan sesuai sasaran.
Penguatan sinergi tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangli yang dilaksanakan bersama Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli serta Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali pada Jumat (28/8).
Rapat koordinasi kali ini secara khusus membahas berbagai upaya untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Bangli sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, Ir. I Wayan Sarma, hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa meskipun penyuluh pertanian saat ini telah menjadi bagian dari Kementerian Pertanian, keberadaan penyuluh tetap diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Bangli.
“Penyuluh pertanian diharapkan tetap profesional dalam mendampingi petani. Selain mengawal program strategis pemerintah pusat, penyuluh juga diharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Bangli dalam mengawal program-program unggulan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Katimker Kabupaten Bangli, I Made Atmika, S.P., M.Agb., memaparkan kondisi luas lahan serta berbagai kendala yang masih dihadapi dalam upaya meningkatkan LTT padi.
Berdasarkan data LBS Tahun 2022, total luas lahan sawah di Kecamatan Susut, Bangli, Tembuku, dan Kintamani mencapai 2.138,72 hektare. Dari luasan tersebut, sebanyak 502,60 hektare atau sekitar 23,50 persen berpotensi tidak ditanami atau mengalami hambatan tanam. Sementara itu, sekitar 1.636,13 hektare masih memiliki potensi untuk ditanami.
Kecamatan Tembuku menjadi wilayah dengan potensi hambatan tanam terbesar, yakni mencapai 225,84 hektare, disusul Kecamatan Susut seluas 160,05 hektare, Kecamatan Bangli 105 hektare, dan Kecamatan Kintamani 11,71 hektare.
Berbagai faktor menjadi penyebab terhambatnya realisasi tanam, antara lain kerusakan jaringan dan saluran irigasi, keterbatasan serta pergiliran air, kecilnya debit air, keterbatasan operator alat dan mesin pertanian (alsintan), keterbatasan tenaga tanam, penundaan masa tanam, hingga adanya kegiatan adat dan keagamaan. Khusus di Kecamatan Kintamani, hambatan juga dipengaruhi oleh alih fungsi lahan dan peralihan komoditas.
Dalam upaya mengatasi berbagai permasalahan tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan BRMP Bali terus diperkuat. Pada tahun 2026, Kabupaten Bangli memperoleh bantuan pemeliharaan sebanyak 25 unit jaringan irigasi tersier yang bersumber dari anggaran Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP).
Melalui perbaikan jaringan irigasi tersier tersebut, ketersediaan air bagi lahan pertanian diharapkan semakin baik. Kondisi ini diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan budidaya sekaligus mendorong peningkatan Luas Tambah Tanam padi di Kabupaten Bangli.
Dukungan terhadap peningkatan produksi pangan juga disampaikan oleh Ni Ketut Kasih Sukraeni, S.P., selaku Penanggung Jawab (PJ) Kabupaten Bangli dari BRMP Bali. Ia menegaskan bahwa BRMP Bali akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pembangunan pertanian di Kabupaten Bangli serta berupaya membantu petani dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Ia juga mengingatkan para penyuluh pertanian di Kabupaten Bangli untuk terus membangun koordinasi dan menjaga komunikasi dengan seluruh pihak terkait. Menurutnya, komunikasi yang baik antara penyuluh, pemerintah daerah, petani, dan para pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan program pertanian di lapangan.
Melalui penguatan koordinasi dan sinergi lintas sektor, Kabupaten Bangli diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia, mengatasi berbagai hambatan tanam, serta meningkatkan realisasi LTT padi.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat produksi pangan daerah sekaligus mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional. Dengan kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani, pembangunan pertanian di Kabupaten Bangli diharapkan terus bergerak menuju pertanian yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.
(Surendra & Tim LTT Kabupaten Bangli)