Bawang Putih Menggeliat di Denpasar, BRMP Dukung Pengembangan Melalui Pendampingan Demplot
Denpasar, 31 Juli 2026 – Komoditas bawang putih mulai menggeliat di Kota Denpasar. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali terus memperkuat dukungannya terhadap pengembangan bawang putih dataran rendah melalui pendampingan Demplot di Subak Sidakarya, Kelurahan Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan.
Penanaman Demplot pertama bawang putih dataran rendah di Denpasar dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura bersama Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali, Kepala Balai Perakitan dan Pengujian (BRMP) Tanaman Sayuran, Penyuluh Pertanian Provinsi Bali, serta Penyuluh Pertanian Kota Denpasar sebagai bentuk sinergi dalam mendorong pengembangan komoditas hortikultura di Bali.
Kepala BRMP Hortikultura, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa pengembangan kawasan bawang putih dilakukan melalui pendekatan berbasis kawasan yang didukung penyediaan benih bermutu, penerapan teknologi budidaya, serta penguatan kemitraan antara petani dan pemerintah daerah. Pengembangan diawali melalui demplot sebagai lokasi percontohan dan akan diperluas apabila menunjukkan hasil yang baik. "Apabila demplot kali ini memperoleh hasil yang baik, kami akan melaporkannya kepada Kementerian Pertanian agar lokasi ini dapat dipertimbangkan menjadi sentra pengembangan bawang putih," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini masih bergantung pada bawang putih impor sehingga daya saing bawang putih lokal belum optimal. Padahal, meskipun ukurannya lebih kecil, bawang putih lokal memiliki cita rasa dan aroma yang lebih kuat. Menurutnya, satu siung bawang putih lokal mampu memberikan cita rasa yang setara dengan beberapa siung bawang putih impor. "Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menyatakan bahwa apabila produksi bawang putih lokal meningkat, daya saingnya juga akan diperkuat melalui pengurangan kuota impor," jelasnya.
Kepala BRMP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., menyampaikan bahwa demplot bawang putih di Subak Sidakarya menggunakan varietas Lumbu Putih yang dinilai sesuai dengan kondisi agroekosistem dan ketinggian tempat di wilayah tersebut. BRMP Bali juga akan memberikan pendampingan teknis kepada petani mulai dari penerapan teknologi budidaya hingga evaluasi hasil sebagai bagian dari upaya memastikan keberhasilan pengembangan kawasan. "Kami berharap demplot ini menjadi sarana edukasi bagi petani dan penyuluh, sekaligus mampu mengembalikan optimisme petani untuk mengembangkan bawang putih dataran rendah di Denpasar. Kami akan mendampingi petani semaksimal mungkin agar pengembangan ini berhasil," ujarnya.
Sementara itu, Pekaseh Subak Sidakarya, I Made Redika, mengungkapkan bahwa pada era 1980-an bawang putih lokal pernah berkembang di tiga subak di Denpasar Selatan, termasuk Subak Sidakarya, bahkan menjadi salah satu komoditas khas wilayah tersebut. "Kini, dengan pendampingan dan sentuhan teknologi dari BRMP Bali bersama para penyuluh pertanian, kami optimistis bawang putih akan kembali berkembang dan menjadi komoditas unggulan di Subak Sidakarya," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, BRMP Bali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kawasan hortikultura berbasis inovasi dan pendampingan teknologi guna meningkatkan produktivitas, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta memperkuat kemandirian pangan nasional.