Antisipasi Harga Anjlok, Pemkab Badung & BRMP Bali Gelar Bimtek Cabai
Badung, 21 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung bekerja sama dengan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pasca Panen dan Pengolahan Cabai di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mengwi, Kabupaten Badung, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari unsur PKK Kelurahan Lukluk, Kecamatan Mengwi.
Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Gde Sudharta, S.TP., M.MA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa bimtek pasca panen dan pengolahan cabai merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas cabai yang kerap menjadi penyumbang inflasi.
Menurutnya, saat harga cabai di tingkat petani mengalami penurunan, komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti cabai kering, bubuk cabai, cabai blok, minyak cabai, hingga aneka olahan lainnya. Selain mampu memperpanjang umur simpan, pengolahan cabai juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat.
Sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan BRMP Bali, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari BRMP Bali. I Made Sugianyar, S.TP. menyampaikan materi mengenai teknik pasca panen dan pengolahan cabai, sedangkan Ni Ketut Ari Tantri Yanti, S.TP. memberikan praktik pembuatan abon cabai dan saus cabai sebagai contoh produk olahan yang memiliki nilai ekonomi.
Pada akhir kegiatan, I Made Sugianyar menegaskan bahwa pengolahan cabai merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan ketika harga cabai di pasaran mengalami penurunan.
"Pengolahan cabai dapat dilakukan saat harga cabai murah atau jatuh. Selain memperpanjang daya simpan, produk olahan juga dapat memperpanjang masa penjualan sehingga membantu petani dan masyarakat memperoleh nilai tambah dari hasil panen," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Badung bersama BRMP Bali berharap masyarakat semakin mampu mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian, sehingga fluktuasi harga cabai tidak lagi menjadi kendala utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha rumah tangga. (Sgy)