Rapat Koordinasi LTT di Klungkung Bahas SIPURI Sebagai Upaya Menjamin Ketersediaan Air Irigasi
Klungkung, 23 Januari 2026 – Upaya mendukung percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Klungkung terus diperkuat melalui rapat koordinasi lintas sektor yang membahas progres kegiatan Sistem Pembangunan Irigasi Usaha Tani (SIPURI). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menjamin ketersediaan air irigasi sebagai faktor kunci peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas padi.
Menurut I Made Mana, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, hingga Desember 2025 kegiatan SIPURI telah dilaksanakan pada 12 lokasi dengan total panjang saluran irigasi mencapai 3.687 meter. Dari jumlah tersebut, 7 lokasi telah selesai 100 persen, sementara 5 lokasi lainnya telah mencapai progres rata-rata 75 persen dan ditargetkan segera rampung. “Perbaikan dan pembangunan saluran irigasi ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran pola tanam petani, khususnya dalam mendukung target LTT padi di Kabupaten Klungkung,” ujarnya.
Di Kecamatan Dawan, realisasi kegiatan SIPURI menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Pada Poktan Subak Kusamba Tempek Taman Sari, pembangunan saluran irigasi telah mencapai 419 meter atau 95 persen. Sementara itu, Gapoktan Subak Gunaksa telah merealisasikan 490 meter (70 persen) dan Poktan Subak Dawan Tempek Paku Aya sepanjang 301 meter (70 persen). Selain itu, Gapoktan Subak Sampalan Baler Margi telah mencapai progres 597 meter (90 persen), Poktan Subak Telaga Tempek Peninjoan sepanjang 490 meter (95 persen), serta Poktan Subak Pesinggahan Tempek Uma Gunung dengan capaian 259 meter (85 persen).
Capaian serupa juga terlihat di Kecamatan Klungkung. Poktan Subak Pegatepan Tempek Geria telah merealisasikan pembangunan saluran irigasi sepanjang 273 meter (95 persen). Poktan Subak Toya Hee Tempek Klotok mencapai 285 meter (75 persen), Poktan Subak Kacangdawa Tempek Penataran sepanjang 400 meter (95 persen), dan Poktan Subak Toya Cau Tempek Medilan mencapai 189 meter (95 persen). Sementara itu, Poktan Subak Selat Tempek Kapas telah mencapai 110 meter (70 persen) dan Poktan Subak Akah Tempek Uma Dalem mencapai progres 174 meter (94 persen).
Peningkatan kualitas dan fungsi jaringan irigasi ini diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala lapangan, seperti keterbatasan air saat musim tanam dan ketidakteraturan distribusi air antar petak sawah. Dengan irigasi yang lebih baik, petani dapat melakukan tanam tepat waktu, meningkatkan indeks pertanaman, serta menjaga stabilitas produksi padi.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pemangku kepentingan sepakat untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Penyelesaian sisa pekerjaan SIPURI menjadi prioritas agar manfaatnya dapat segera dirasakan secara optimal oleh petani, sekaligus mendukung pencapaian target LTT padi dan ketahanan pangan di Kabupaten Klungkung secara berkelanjutan.