Pompa Air Diesel di Jembrana Dikoversi ke Tenaga Listrik Mampu Tekan 60 Persen Biaya Oprasional
Jembrana, 4 September 2025 - Hari Selasa, 2 September 2025, BRMP Bali mendapat laporan dari petani Kabupaten Jembrana, terkait terkait tanaman padi di subak Yeh Anakan, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara yang berpotensi mengalami kekeringan karena debit air irigasi yang mengecil sehingga diterapkan sistem pembagian bergilir dengan subak lain.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut solusi yang diambil petani yaitu memanfaatkan sumur pompa bantuan dari BWS Bali-Penida yang sudah ada. Akan tetapi kendala yang muncul mesin pompanya masih menggunakan tenaga diesel dengan biaya oprasionalnya yang dikeluarkan petani dirasa cukup besar.
Mengetahui permasalahan tersebut I Nengah Mardika, S.P, (BRMP Bali) selaku Penanggungjawab LTT Kabupaten Jembrana, segera berkoordinasi dengan tim dari BWS Bali-Penida untuk mencari solusinya. Respon cepat dari pihak BWS dengan langsung melakukan pemasangan instalasi listrik dan mengkonversi sumber tenaga yang awalnya diesel ke tenaga listrik. Akhirnya air kini sudah mengalir kembali dengan biaya yang lebih murah dan seluas 15 hektar pertanaman padi terselamatkan dari kekeringan.
Kelian Subak Yeh Anakan, I Gusti Ngurah Suasana menyampaikan tanam kali ini merupakan musim tanam gadu ke II. Saat ini usia tanaman padi berumur 1 bulan yaitu masih dalam vase keluar anakan sehingga perlu pengairan. "Karena aliran air waduk bergilir, tadinya kami cemas tanaman padi kami akan kekurangan air. Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah telah bergerak cepat dalam antisipasi, sumur pompa yang sebelumnya pakai sumber tenaga diesel kini telah dikonversi tenaganya ke listrik, sehingga biaya dapat ditekan sekitar 60 % di bandingkan menggunakan diesel dan tanaman padi kami seluas 15 ha bisa diselamatkan dari kekeringan. “ujarnya.