Petani Milenial di Bangli Bangga Terapkan Modernisasi Pertanian pada Tanaman Cabe Rawit
Bangli, 29 April 2026 - Petani di Indonesia saat ini rata-rata sudah berumur lebih dari 50 tahun. Petani milenial jadi harapan untuk regenerasi dan akan menjadikan pertanian lebih keren serta menarik minat generasi muda pada bidang pertanian.
Petani milenial merupakan generasi muda yang bergerak dibidang pertanian dengan memanfaatkan teknologi, inovasi dan pendekatan bisnis modern, yang usianya 19-39 tahun. Salah satu program Kementerian Pertanian adalah mencetak petani milenial yang bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi pemuda yang berminat menggeluti bidang pertanian.
I Putu Manik Rimbawan salah satu petani milenial di Kecamatan Tembuku yang berlokasi di Subak Tambahan, Desa Jehem, Kabupaten Bangli saat ini melaksanakan budidaya cabe rawit seluas 1,2 Ha di lahan sawah dengan menerapkan teknologi baru seperti penggunaan VUB, olah tanah dengan traktor, penggunaan mulsa plastik, penyemprotan/ penyiraman serta pengocoran pupuk dengan mesin serta penyemaian benih dengan trai persemaian.
Untuk pembelian benih, saprodi serta penjualan hasil sudah menggunakan teknologi digital lewat belanja online dan chatt Whatshàp. Saat ini tanaman cabe yang dibudidayakan adalah cabe rawit jenis unggul yang sudah mulai panen.
Lahan seluas 1, 2 Ha dibagi menjadi dua dengan pola penanaman yang berbeda jarak waktunya.
Lahan yang pertama dengan populasi 7.000 pohon yang saat ini sudah 7 kali panen dengan periode panen setiap 5 hari sekali dengan rata rata produksi setiap panen sebanyak 115 kg. Untuk lahan yang kedua populasi sebanyak 5.000 pohon yang saat ini masih dalam fase vegetatif.
( Tim LTT Bangli)