• Jl. By Pass Ngurah rai
  • (0361) 720498, WA Center +6285826262022
  • [email protected] / [email protected] https://bali.brmp.pertanian.go.id
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
55 dilihat       29 April 2026

Penerapan Pertanian Modern di Klungkung Butuh Dukungan Peningkatan Kapasitas Petani

Klungkung, 28 April 2026 - Transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan iklim, keterbatasan tenaga kerja, dan tuntutan peningkatan produktivitas. Di Kabupaten Klungkung, Bali, upaya ini mulai terlihat melalui adopsi berbagai alat dan teknologi pertanian oleh petani lokal, khususnya di Desa Selisihan, Kecamatan Klungkung.
 
Salah satu pelaku utama dalam proses ini adalah I Nyoman Sukaya, anggota Kelompok Tani Arta Sedana Swagiri. Ia menyampaikan bahwa sejumlah teknologi pertanian modern telah digunakan oleh petani di wilayahnya, seperti traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter, dan power thresher. Penggunaan alat-alat ini terbukti mampu mempercepat proses olah tanah, penanaman, hingga pascapanen, sehingga efisiensi kerja petani meningkat secara signifikan.
 
Penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari konsep smart farming, yaitu sistem pertanian yang memanfaatkan teknologi modern, termasuk mekanisasi dan digitalisasi, untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Dalam konteks ini, petani tidak hanya menjadi pekerja lapangan, tetapi juga pengelola sistem yang memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu utama.
 
Namun demikian, adopsi teknologi modern tidak terlepas dari sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama yang dihadapi petani adalah keterbatasan keterampilan dalam mengoperasikan dan merawat alat-alat tersebut. Meskipun terdapat tujuh unit alat pertanian milik Dinas Pertanian Provinsi Bali yang akan diperbaiki, optimalisasi pemanfaatannya masih membutuhkan dukungan pelatihan teknis yang memadai.
 
Menurut penyuluh pertanian setempat, Kelompok Tani Arta Sedana Swagiri sebenarnya telah diajukan untuk mengikuti pelatihan penggunaan alat pertanian. Namun hingga saat ini, pelatihan tersebut belum terealisasi. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara penyediaan sarana dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Padahal, keberhasilan modernisasi pertanian sangat ditentukan oleh kemampuan petani dalam menguasai teknologi.
 
Tanpa pelatihan yang berkelanjutan, alat-alat modern berpotensi tidak dimanfaatkan secara optimal, bahkan bisa menjadi beban karena biaya perawatan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani untuk mempercepat implementasi pelatihan teknis. Program pelatihan tidak hanya berfokus pada penggunaan alat, tetapi juga mencakup perawatan, manajemen usaha tani berbasis teknologi, serta pemanfaatan platform digital untuk pemasaran hasil pertanian.
 
Di sisi lain, pendekatan partisipatif juga penting untuk memastikan bahwa teknologi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal. Keterlibatan aktif petani dalam proses perencanaan dan evaluasi program akan meningkatkan keberhasilan adopsi inovasi. Dengan dukungan yang tepat, Kabupaten Klungkung memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu model penerapan pertanian modern di Bali.
 
Transformasi ini tidak hanya akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah di masa depan. Modernisasi pertanian bukan sekadar soal alat dan teknologi, melainkan juga tentang perubahan pola pikir menuju sistem pertanian yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
 
(Londra)
Prev Next

- Admin


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Bali & Petrokimia Gresik Uji Pupuk Organik Hayati untuk Kentang
    07 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Subak Buruan Tanam Padi Cakrabuana Dukung PM-AAS Tabanan
    10 Agu 2026 - By Admin
  • Thumb
    BRMP Bali Gelar Gertam Padi Percepat PM-AAS di Denpasar Selatan, Produktivitas Ditargetkan Meningkat
    10 Agu 2026 - By Admin
  • Thumb
    Perluas PM-AAS Gianyar, BRMP Bali Bagikan Benih Padi
    08 Agu 2026 - By Admin
  • Thumb
    Percepat PM-AAS, BRMP Bali Salurkan Benih Cakrabuana Agritan untuk “Petani Champion” di Bangli
    08 Agu 2026 - By Admin

tags

alsintan bali maju brmp bali info pertanian bali inovasi tani kelompok tani kementan ketahanan pangan klungkung mekanisasi pertanian modernisasi pertanian pertanian modern petani klungkung smart farming

Kontak

(0361) 720498, WA Center +6285826262022
(0361) 720498
[email protected] / [email protected] https://bali.brmp.pertanian.go.id

JL. By Pass Ngurah Rai Gang Pertanian Nomor 1A Pesanggaran, Denpasar Selatan, kota Denpasar 80222, Bali Indonesia

 

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali. All Right Reserved