BRMP Bali Dorong Kesediaan Petani Terapkan SNI 6232 : 2025
Klungkung, 20 Februari 2026 – Upaya peningkatan produktivitas jagung di Subak Telaga, Desa Pikat, Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung, diarahkan untuk menggunakan benih bersari bebas karena turunannya dapat ditanam kembali, adaptif dan biayanya lebih murah.
Penyuluh Pertanian, I Wayan Ariada yang mendampingi petani di subak tersebut menjelaskan bahwa penggunaan benih bersari bebas memberikan pertumbuhan tanaman lebih seragam dan potensi tongkol lebih optimal apalagi jika didukung teknik budidaya yang tepat.
Sementara itu I Made Londra (Analisis Standardidasasi BRMP Bali) menyarankan selain untuk pangan produksi jagung di Subak Telaga juga diarahkan untuk menjadi pakan ternak. Dari itu akan meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat pasokan bahan baku pakan ternak lokal.
Menurutnya untuk dapat menghasilkan pakan ternak bermutu dari jagung, petani perlu menerapkan SNI 6232:2025. "Untuk menerapkan SNI ini, petani diharapkan panen pada umur optimal, pengeringan hingga kadar air sesuai ketentuan, serta sortasi untuk memisahkan biji rusak atau tercampur. Pencatatan usaha tani juga penting sebagai bagian dari sistem mutu sederhana agar proses produksi dapat ditelusuri dan dievaluasi" jelasnya.
Pekaseh Subak Telaga, I Wayan Winata menyampaikan bahwa arah penerapan SNI memberi motivasi baru bagi petani. “Kami ingin jagung kami memperoleh harga lebih baik dan pasar lebih luas. Jika dengan penerapan SNI ini produksi jagung kami bisa masuk ke industri pakan ternak kami siap untuk menerapkan" ujarnya.
Winata juga mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah agar bisa diberikan pelatihan teknis, fasilitasi sarana pengeringan sederhana, dan bimbingan penerapan standar supaya mempercepat kesiapan petani menuju produksi jagung bermutu nasional.
(Sutami dan TIM)